Bimmer.ID — BMW Group, seperti dijelaskan dalam rilis resminya (25/6), terus mempercepat transformasi digital di lini produksinya. Setelah sukses menguji robot humanoid Figure 02, kini pabrikan asal Jerman tersebut mulai mengoperasikan Humanoid Figure 03 di BMW Group Plant Spartanburg, Amerika Serikat.
Berbeda dengan generasi sebelumnya yang bekerja di body shop, Figure 03 akan menangani proses sequencing di area logistik. Tugas ini menjadi salah satu proses penting untuk memastikan setiap komponen tiba di jalur perakitan dalam urutan yang tepat.
Langkah ini menunjukkan bahwa teknologi Physical AI tidak lagi sekadar konsep atau eksperimen. BMW kini mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan dengan robot fisik untuk mendukung aktivitas produksi sehari-hari.
“Plant Spartanburg adalah tempat lahirnya penggunaan robot humanoid dalam aktivitas produksi BMW. Setelah sukses menjalankan proyek percontohan bersama Figure 02, kami kini siap mengoperasikan Figure 03 untuk aplikasi sequencing di logistik,” ujar Ulrich Wieland, Vice President of Production Control and Logistics, BMW Manufacturing.

Figure 03 Hadir dengan Kemampuan yang Lebih Canggih
BMW telah mengumpulkan banyak pengalaman selama penggunaan Figure 02 pada 2025. Dalam kurun waktu sepuluh bulan, robot tersebut membantu proses produksi lebih dari 30.000 unit BMW X3 di area body shop.
Saat itu, Figure 02 bertugas memasang lembaran logam ke proses pengelasan. Pekerjaan tersebut membutuhkan tingkat presisi tinggi sekaligus dilakukan secara berulang, sehingga menjadi aplikasi yang ideal bagi robot humanoid.
Pengalaman tersebut menjadi dasar pengembangan Figure 03. Robot generasi terbaru ini dibekali berbagai peningkatan, mulai dari komponen yang lebih aman saat berinteraksi dengan manusia hingga kemampuan komunikasi speech-to-speech.
Figure 03 juga memiliki sistem wireless charging, tangan baru dengan sensor sentuh, serta kamera pada telapak tangan yang meningkatkan akurasi saat menangani berbagai komponen.
Dalam aplikasi terbarunya, Figure 03 mengambil komponen yang masih tercampur di dalam kontainer besar. Robot kemudian menyusunnya ke dalam sequencing trolley sesuai urutan yang dibutuhkan sebelum dikirim menuju jalur perakitan.

Bagian dari Transformasi BMW iFACTORY
Penggunaan robot humanoid merupakan bagian dari strategi BMW untuk memperluas portofolio otomatisasi melalui konsep Physical AI. Kehadiran robot tidak dimaksudkan menggantikan pekerja, tetapi membantu menangani pekerjaan yang monoton, menuntut ergonomi tinggi, atau memiliki risiko keselamatan.
Dengan pendekatan tersebut, karyawan dapat lebih fokus pada pekerjaan yang membutuhkan pengambilan keputusan dan keterampilan khusus, sementara robot menangani aktivitas yang bersifat repetitif.
Implementasi Figure 03 juga berjalan seiring dengan transformasi digital di Plant Spartanburg melalui konsep BMW iFACTORY. Sebelum proses produksi dimulai, BMW menggunakan Virtual Factory berbasis simulasi 3D untuk menguji alur produksi sekaligus mengoptimalkan gerakan kerja karyawan.
Teknologi kecerdasan buatan juga dimanfaatkan dalam proses pengendalian kualitas melalui sistem AIQX (Artificial Intelligence Quality Next). Sistem ini menggunakan kamera dan berbagai sensor untuk melakukan inspeksi visual maupun akustik, kemudian memberikan umpan balik secara langsung kepada operator di jalur produksi.
Melalui kombinasi Physical AI, simulasi digital, dan sistem inspeksi berbasis AI, BMW menunjukkan bahwa masa depan manufaktur tidak hanya mengandalkan otomatisasi, tetapi juga kolaborasi yang semakin erat antara manusia dan teknologi cerdas. (ymn/BMW Group)
