Bimmer.ID — BMW Group , dalam rilisnya (28/5), mengumumkan kemitraan strategis dengan Mistral AI untuk mengembangkan penerapan kecerdasan buatan dalam simulasi tabrakan kendaraan. Nah, bagaimana BMW menggunakan AI untuk fondasi teknologinya?
Kerja sama ini menjadi langkah awal BMW Group dalam memperluas penggunaan AI berbasis data industri ke berbagai area pengembangan kendaraan dan rantai nilai perusahaan.
Penggunaan data industri dalam skala besar menjadi faktor penting untuk mengubah kecerdasan buatan menjadi nilai nyata bagi proses pengembangan produk.
“Bagi BMW Group, pemanfaatan data industri merupakan faktor kunci untuk menerjemahkan kecerdasan buatan menjadi nilai tambah. Dengan menggabungkan data rekayasa kami dengan kemampuan pelatihan model AI milik Mistral AI, kami membangun AI khusus yang dapat mendukung tugas-tugas pengembangan yang kompleks,” ujar Dr. Franz Decker, CIO dan Senior Vice President BMW Group.
Ribuan Simulasi Tabrakan Setiap Minggu
Kompleksitas pengembangan kendaraan modern membuat simulasi virtual menjadi bagian penting dalam proses rekayasa BMW.
Setiap minggu, BMW Group menjalankan ribuan simulasi tabrakan virtual yang menghasilkan volume data dalam jumlah sangat besar.
Dalam kurun waktu bertahun-tahun, BMW Group telah mengumpulkan lebih dari satu petabyte data simulasi tabrakan, yang berisi informasi mendetail mengenai struktur kendaraan, karakteristik material, serta perilaku kendaraan saat terjadi benturan.
Basis data historis ini menjadi fondasi utama dalam melatih model AI yang mampu memahami pola dan karakteristik keselamatan kendaraan secara lebih mendalam.
Large Industry Models Jadi Fondasi Teknologi Baru
Untuk mengembangkan pendekatan ini, BMW Group menggunakan konsep yang disebut Large Industry Models (LIM).
Berbeda dengan AI generatif umum yang dilatih menggunakan data publik, LIM dikembangkan menggunakan data teknik dan simulasi yang sangat spesifik dari proses pengembangan kendaraan.
Dengan pendekatan tersebut, pengetahuan teknis dan pengalaman rekayasa BMW dapat tertanam langsung di dalam model AI.
Hasilnya, AI tidak hanya mampu mengolah data, tetapi juga memahami konteks teknik otomotif secara lebih akurat.
Menuju Era Industrial AI
Bagi Mistral AI, kolaborasi ini menunjukkan bagaimana AI generasi berikutnya akan berkembang dari sekadar alat produktivitas menjadi solusi untuk tantangan industri yang sangat kompleks.
“Ketika Industrial AI menjadi frontier baru dalam perkembangan AI, kami bangga dapat bermitra dengan BMW Group. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana model AI yang dikembangkan secara spesifik untuk industri mampu membantu menyelesaikan tantangan rekayasa yang kompleks seperti simulasi tabrakan,” kata Marjorie Janiewicz, Chief Revenue Officer Mistral AI.
AI dan Masa Depan BMW
Kemitraan ini memperlihatkan bagaimana BMW Group terus memperluas ekosistem inovasinya melalui pemanfaatan data dan kecerdasan buatan.
Dengan menggabungkan keahlian rekayasa otomotif, data simulasi berskala besar, dan teknologi AI modern, BMW berharap dapat mempercepat proses pengembangan kendaraan sekaligus meningkatkan kualitas dan keselamatan produk di masa depan.
Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa AI tidak hanya akan hadir di dalam fitur kendaraan BMW, tetapi juga semakin berperan penting di balik layar dalam proses desain, pengujian, dan pengembangan generasi kendaraan berikutnya. (ymn/BMW Group)
