Bimmer.ID — Saat Anda melihat logo TAG Heuer di ajang Formula 1, yang tampak bukan hanya sebuah brand jam mewah, melainkan simbol dari presisi waktu, performa teknologi, dan mentalitas balap tingkat tertinggi. Hubungan ini tak dibangun dalam satu malam, melainkan melalui perjalanan panjang yang bahkan dimulai jauh sebelum Formula 1 lahir.
Awal keterlibatan Heuer—nama awal TAG Heuer—dengan motorsport sudah dimulai sejak awal abad ke-20. Pada 1911, Heuer memperkenalkan Time of Trip, jam dashboard untuk mobil yang memungkinkan pengemudi memantau durasi perjalanan. Lima tahun kemudian, Heuer menciptakan Mikrograph, stopwatch pertama di dunia yang mampu mengukur waktu hingga 1/100 detik. Inovasi ini menjadikan Heuer sebagai pelopor precision timing—fondasi utama dunia balap.

Memasuki era Formula 1 modern pada akhir 1960-an, Heuer menjadi brand jam pertama yang tampil aktif sebagai sponsor tim F1. Pada 1969, logo Heuer sudah hadir di mobil dan perlengkapan pembalap. Bahkan, Jo Siffert menjadi pembalap pertama yang mengenakan logo brand jam di seragam balap—praktik yang kini menjadi standar global dalam sponsorship motorsport.
Hubungan ini semakin kuat saat Jack Heuer menjalin kerja sama dengan Ferrari pada awal 1970-an. Heuer dipercaya memasok sistem pengukuran waktu untuk Scuderia Ferrari, mempertegas posisi brand sebagai bagian penting dari mekanisme balap, bukan sekadar aksesori.
Tag Heuer dan Formula 1
Transformasi besar terjadi pada 1985, ketika Heuer diakuisisi oleh TAG Group (Techniques d’Avant Garde)—perusahaan teknologi yang juga memiliki McLaren Formula 1 Team. Dari sinilah nama TAG Heuer lahir. Di era ini, TAG Heuer bukan hanya sponsor, tetapi terlibat langsung dalam ekosistem balap berteknologi tinggi.
Kolaborasi TAG-Porsche menghasilkan mesin legendaris yang membawa McLaren, bersama pembalap seperti Niki Lauda, Alain Prost, dan Ayrton Senna, meraih berbagai gelar juara dunia.
Formula 1 kemudian menjadi panggung utama untuk menyampaikan filosofi TAG Heuer: akurasi tanpa kompromi di bawah tekanan ekstrem. Nilai inilah yang melahirkan slogan ikonik Don’t Crack Under Pressure. Dalam Formula 1, sepersekian detik dapat menentukan kemenangan, dan tekanan adalah konstanta—sebuah refleksi sempurna dari dunia horologi berpresisi tinggi.
Hingga hari ini, keterlibatan TAG Heuer di Formula 1 tetap konsisten. Bagi brand ini, Formula 1 bukan sekadar platform pemasaran, melainkan rumah filosofis di mana waktu, teknologi, dan keberanian diuji dalam level tertinggi. Sebuah hubungan yang dibangun oleh sejarah, bukan tren sesaat. (ymn/berbagai sumber)

