Bimmer.ID — Transformasi digital di industri otomotif terus berkembang. BMW Group, seperti disebutkan dalam rilis terbarunya (5/3), mengambil langkah baru dengan menghadirkan robot humanoid dalam lini produksi mobilnya di Eropa. Proyek percontohan ini dilakukan di pabrik BMW di Leipzig sebagai bagian dari pengembangan teknologi yang disebut Physical AI.
Physical AI menggabungkan kecerdasan buatan digital dengan mesin fisik seperti robot. Teknologi ini memungkinkan sistem AI bekerja langsung dalam lingkungan produksi nyata, sekaligus belajar dari proses yang berlangsung di pabrik.
Menurut Milan Nedeljković, Member of the Board of Management BMW AG yang bertanggung jawab atas produksi, digitalisasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing manufaktur BMW secara global.
“Simbiosis antara keahlian engineering dan artificial intelligence membuka kemungkinan baru dalam produksi,” jelasnya.

Robot Humanoid sebagai Pelengkap Otomasi
BMW menegaskan bahwa robot humanoid tidak dimaksudkan untuk menggantikan pekerja manusia. Sebaliknya, teknologi ini dirancang untuk melengkapi sistem otomasi yang sudah ada di pabrik.
Robot humanoid memiliki potensi besar dalam menangani pekerjaan yang bersifat monoton, berat secara ergonomis, atau memiliki risiko keselamatan tinggi. Dengan demikian, karyawan dapat lebih fokus pada pekerjaan yang membutuhkan keahlian teknis dan pengambilan keputusan.
Untuk mendukung pengembangan teknologi ini, BMW juga membentuk Center of Competence for Physical AI in Production, sebuah pusat keahlian yang bertugas mengkonsolidasikan pengembangan AI dan robotika dalam jaringan produksi BMW.
Michael Nikolaides, Senior Vice President Production Network & Supply Chain Management BMW Group, mengatakan bahwa proyek pilot menjadi langkah penting sebelum teknologi ini diterapkan secara lebih luas.

Kolaborasi dengan Hexagon Robotics
Proyek robot humanoid di Leipzig dilakukan bersama Hexagon melalui unit teknologinya, Hexagon Robotics. Robot yang digunakan bernama AEON, yang diperkenalkan pada 2025.
Robot ini memiliki desain tubuh menyerupai manusia sehingga mampu menggunakan berbagai alat seperti gripper atau scanner dengan fleksibel. Selain itu, AEON juga dapat bergerak menggunakan roda, sehingga lebih adaptif dalam berbagai skenario produksi.
Dalam tahap pengujian, robot ini akan digunakan untuk membantu proses perakitan baterai tegangan tinggi serta produksi komponen di pabrik Leipzig. Uji coba lanjutan dijadwalkan berlangsung mulai April 2026 sebelum masuk ke fase pilot penuh pada musim panas 2026.
View this post on Instagram
Pengalaman dari Proyek di Amerika Serikat
Sebelumnya, BMW sudah lebih dulu menguji robot humanoid di pabriknya di Spartanburg, Amerika Serikat, bekerja sama dengan perusahaan teknologi Figure AI.
Robot Figure 02 membantu proses produksi lebih dari 30.000 unit BMW X3 dalam periode sepuluh bulan. Robot tersebut melakukan tugas presisi tinggi seperti mengambil dan memposisikan komponen lembaran logam untuk proses pengelasan.
Hasil uji coba ini menunjukkan bahwa robot humanoid mampu melakukan pekerjaan repetitif dengan presisi tinggi sekaligus memberikan nilai tambah dalam lingkungan produksi nyata.
Integrasi AI, robotika, dan sistem data terpadu menjadi fondasi strategi manufaktur BMW melalui konsep BMW iFACTORY, yang dirancang untuk menghadirkan sistem produksi yang lebih fleksibel, efisien, dan siap menghadapi masa depan industri otomotif. (ymn/BMW Group)
