Bimmer.ID — Ingin tahu tentang power steering BMW? Sistem ini membuat kemudi BMW terasa ringan dan presisi. Sistem power steering yang digunakan BMW berbeda-beda, tergantung model, tahun produksi, mesin, drivetrain, dan konfigurasi steering.
Secara umum, BMW menggunakan dua jenis sistem: hydraulic power steering dan Electric Power Steering (EPS). Memahami perbedaannya penting agar pemilik tidak salah melakukan perawatan atau mengganti komponen. Apa sih bedanya?

Hydraulic Power Steering vs Electric Power Steering
Pada hydraulic power steering, pompa menghasilkan tekanan fluida untuk membantu mekanisme kemudi. Sistem ini memiliki beberapa komponen seperti pompa, reservoir, fluida, selang, drive belt, dan steering rack.
Gejala masalah dapat berupa suara mendengung atau whining ketika setir diputar, kemudi terasa lebih berat, serta munculnya kebocoran fluida. Fluida yang berbusa juga dapat menjadi tanda adanya udara dalam sistem.
Sementara itu, Electric Power Steering (EPS) menggunakan motor listrik, sensor, dan modul kontrol untuk memberikan bantuan kemudi. Sistem ini tidak menggunakan pompa dan fluida hidrolik seperti sistem konvensional.
Pada EPS, gangguan dapat ditandai dengan setir yang terasa berat, bantuan kemudi yang tidak konsisten, atau munculnya indikator peringatan pada panel instrumen. Diagnosis elektronik biasanya diperlukan untuk menentukan sumber masalah.
Karena itu, setir BMW yang terasa berat tidak selalu berarti pompa power steering rusak. Jenis sistem dan kondisi komponen perlu diperiksa terlebih dahulu.
Beberapa BMW tahun 2015 ke atas masih menggunakan hydraulic power steering, terutama pada konfigurasi tertentu. Contohnya, BMW F10 xDrive dan F12/F13 xDrive masih menggunakan sistem hidrolik, sementara F10 rear-wheel drive menggunakan EPS. Pada F15 X5, EPS menjadi standar tetapi opsi Active Steering menggunakan hydraulic steering gear.
Cara Merawat Power Steering BMW
Untuk BMW dengan hydraulic power steering, perawatan utama meliputi pemeriksaan level dan kondisi fluida, selang, reservoir, drive belt, serta potensi kebocoran. Gunakan fluida sesuai spesifikasi kendaraan dan jangan hanya menambahkan cairan jika level terus berkurang—sumber kebocoran harus diperiksa.
Hindari pula menahan setir terlalu lama dalam posisi mentok kiri atau kanan karena dapat meningkatkan tekanan pada sistem hidrolik.
Pada BMW dengan EPS, perhatian lebih diarahkan pada kondisi sistem kelistrikan, sensor, motor, modul, dan steering rack. Jika muncul steering warning atau kemudi tiba-tiba menjadi berat, lakukan diagnosis sebelum mengganti komponen.
Intinya, kenali terlebih dahulu sistem power steering BMW yang digunakan mobil Anda. Perawatan rutin dan diagnosis sejak muncul gejala awal dapat membantu menjaga kemudi tetap ringan, presisi, dan nyaman. (ymn/Berbagai Sumber)
Promo Khusus: Pompa Power Steering BMW E36
