Bimmer.ID

BMW Owners & Enthusiast

Kisah Mesin Boxer BMW Motorrad yang Legendaris

Mesin Boxer BMW Motorrad

Bimmer.ID — Performa mesin dapat berbanding lurus dengan kenyamanan dan penampilan. Itulah yang ingin ditonjolkan oleh BMW melalui koleksi motornya. Melalui BMW Motorrad, produsen asal Jerman ini telah hampir 100 tahun berpengalaman dalam menghasilkan motor-motor yang bukan saja inovatif dalam teknologi, tetapi juga dalam tampilan.

Sekadar info, ternyata sebelum memproduksi motornya sendiri, BMW Motorrad juga pernah membuat mesin dan komponen untuk sepeda motor merek lain seperti Victoria dan Helios. Mesin kecil dengan dua silinder yang saling bersilangan awalnya dibuat untuk memenuhi kebutuhan industri akan mesin portabel. Siapa sangka, mesin tersebut menjadi cikal bakal motor BMW hingga saat ini.

Berbeda dengan motor klasik lainnya yang menggunakan konfigurasi mesin berbentuk V, Inline, dan W, BMW sejak awal menggunakan model boxer hingga sekarang. Nyatanya, tidak banyak produsen motor yang “berani” menggunakan konfigurasi mesin memanjang seperti yang dilakukan BMW.

Mesin boxer dikenal dengan modelnya yang memanjang serta silinder yang saling berseberangan. Hal ini memberikan keseimbangan tertentu dan membuat motor lebih stabil, tidak mudah panas, serta tahan terhadap guncangan dan getaran.

Jagoan Awal BMW: R 32 karya Max Friz

Walaupun Max Friz sudah menghasilkan mesin boxer dua silinder dua tahun sebelumnya, BMW R 32 baru benar-benar diproduksi secara utuh pada tahun 1923. Menggunakan mesin berkapasitas 486 cc, BMW R 32 bisa menghasilkan tenaga sebesar 8,5 hp dan memiliki kecepatan maksimum hingga 60 mil per jam. Transmisi menggunakan teknologi poros atau shaft drive, bukan rantai seperti motor pada umumnya.

Salah satu hal yang menarik dalam info BMW Motorrad adalah model mesin dan transmisi awal tersebut menjadi ikonik dan terus digunakan di sebagian besar motor BMW hingga saat ini.

Dua tahun kemudian, BMW Motorrad meluncurkan motor R 2 dengan mesin yang lebih ringkas dengan kapasitas 200 cc. Dengan kapasitas yang kecil, motor tersebut menjadi populer karena ringan untuk digunakan dalam keadaan sehari-hari.

Inovasi BMW Motorrad sempat terhenti karena terkena dampak perang dan kekalahan yang dialami Jerman pada saat itu. Padahal pada tahun 1935, BMW Motorrad baru saja menemukan teknologi hidrolik untuk garpu depan motor – sebuah teknologi yang nyatanya digunakan berbagai motor hingga saat ini.

BMW Motorrad Kini, Motor untuk Segala Kebutuhan Anda

Secara garis besar, BMW Motorrad kini memiliki 6 seri motor yang berbeda untuk beragam selera pengguna. Seri tersebut adalah:

Seri C: Kendaraan berbentuk skuter dengan kapasitas mesin 687 cc.

Seri F: Motor bermesin paralel dengan kapasitas 798 cc dan memiliki tampilan sport yang ringan.

Seri G: Motor ini mengusung mesin bermesin satu silinder dengan kisaran kapasitas 449 – 652 cc.

Seri R: Dengan model dual sport, seri R masih mengusung mesin boxer dua silinder berkapasitas 1.170 cc.

Seri K: Model yang lebih bertenaga dengan kapasitas mesin antara 1.157 – 1.649 cc yang dihasilkan dari mesinempat silinder.

Seri S: Seri sport dari BMW dengan kapasitas mesin sebesar 999 cc dan menggunakan konfigurasi inline pada mesin.

Perjalanan panjang BMW Motorrad dalam menghasilkan motor-motor berkualitas memang sudah tidak diragukan lagi. Dengan inovasi dan keunikannya sendiri, BMW Motorrad akan terus meluncur menuju masa depan dunia kendaraan roda dua. (Finna/ymn/Berbagai Sumber/Foto: MCNews.com.au)

 

BMW Boxer Engine Production

 

Share this Story: