Bimmer.ID

Indonesian BMW Owners & Enthusiast

BMW R100 1982: Sederhana Terkadang Memang lebih Baik

BMW R100 1982
Foto: AutoEvolution.com

Bimmer.ID — Jika membahas motor baru yang gampang dimodifikasi, Harley Davidson dan Indian memang yang paling digemari. Mereka yang ingin terlihat macho, garang, dan butuh perhatian, rata-rata memilih kedua merek asal Amerika Serikat tersebut. Bagaimana dengan BMW R100 1982?

Tapi, tidak semua orang punya selera yang sama, apalagi untuk urusan kustomisasi motor vintage yang subtle dan elegan, pilihannya adalah BMW.

Produsen asal Jerman ini selalu memiliki model yang rapi dan elegan sejak lama. Hal itulah yang membuatnya selalu diburu kolektor dan penggemar.

Seperti motor yang dibangun oleh Cafe Racer Dreams (CRD), sebuah custom house yang berbasis di Spanyol, ini. Mereka membangun BMW R100 tahun 1982 dengan sangat berkelas dan simpel.

Di kalangan penggemar cafe racer, CRD cukup disegani dan dikenal karena selalu menghasilkan motor kustom yang berkualitas dan sedap dipandang mata, khususnya BMW.

Diintip dari akun Instagramnya, CRD sudah menghasilkan banyak sekali karya yang luar biasa, tercatat lebih dari 100 proyek modifikasi telah mereka selesaikan.

Meski model dan jenisnya berbeda-beda, tetapi ada satu hal yang sama pada motor buatan CRD, yaitu gaya simpel minimalis. Gaya itulah yang membuat sang klien tertarik membangun motor kesayangannya dan mempercayakannya kepada CRD.

BMW R100 1982

BMW R100 Tahun 1982
Foto: via AutoEvolution.com

Minimalis dan original

Motor berkode CRD127 ini masih mempertahankan banyak suku cadang originalnya yang kemudian direstorasi sehingga segar kembali. Mesin boxer-nya pun dibangun ulang dengan presisi dan sesempurna mungkin.

Mesin sengaja dibiarkan standar, perubahan yang dilakukan hanya mengganti saringan udara K&N. Frame besi bawaannya juga telah mengalami restorasi, termasuk tangki bensinnya. Tanki ini sangat berpengaruh pada tampilan dan merupakan trademark dari motor-motor BMW.

Sedangkan parts lainnya dibuat kustom atau dibeli dari produsen aftermarket, beberapa di antaranya adalah suspensi depan merek Showa, suspensi belakang YSS, sistem pengereman, dan lampu depan baru berukuran 19 cm.

Sistem pengapian, speedometer, dan pengaturan lampu menggunakan Motogadget. Sementara gripnya menggunakan merek Domino.

Butuh waktu enam minggu bagi CRD membangun motor ini. Tapi mereka enggan menyebut berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangunnya.

CRD 127 ini menjadi bukti bahwa terkadang motor klasik dengan sentuhan kustom sederhana dapat terlihat menarik dan nyaman ditunggangi, tak kalah dari motor-motor moderen lain. Apakah Anda tertarik untuk memiliki sepeda motor racikan CRD? (Aldion/Auto Evolution)

Baca juga: Artikel Lengkap tentang BMW Motorrad

 

Share Bimmer Story: