Bimmer.ID

Indonesian BMW Owners & Enthusiast

Produksi Mini Elektrik bakal Dipindahkan dari Inggris ke China

Produksi MINI Elektrik
Foto: Tolga Akmen/AFP/Getty Images

Bimmer.ID — Produksi Mini elektrik disebut akan segera dipindahkan dari Inggris ke China. Menurut BMW Group, selaku pemilik Mini, pabrik Cowley yang terletak di pinggiran kota Oxford itu tidak mampu menciptakan kendaraan listrik.

Langkah mengejutkan itu membuat harapan Inggris sebagai pemimpin serta pusat manufaktur kendaraan nol emisi menjadi buyar, menyusul langkah Honda yang sebelumnya juga telah memindahkan produksi mobilnya dari Inggris pada 2016 lalu.

Sebagai informasi, BMW membuat 40.000 Mini elektrik pertahun di pabrik Cowley. Perusahaan otomotif raksasa asal Jerman itu terkonfirmasi mengakhiri produksi Mini elektrik di pabrik itu mulai tahun depan.

Produksi Mini elektrik dipindahkan karena BMW berencana menyusun ulang jajaran produknya untuk keluaran tahun 2024.

Kerjasama BMW dan Great Wall Motor menunjukkan bahwa mobil hatchback dan SUV ringannya akan diproduksi di China timur, begitu juga generasi Mini Aceman elektrik.

Sedangkan Mini Countryman, yang merupakan model Mini elektrik terbesar, terkonfirmasi akan diproduksi di pabrik BMW di Leipzig, Jerman.

Pengumuman ini menyusul konfirmasi dari CEO Mini Stefanie Wurst yang pada pekan lalu menyebut bahwa model convertible akan bergabung dengan jajaran all-new Mini Cooper akan kembali diproduksi di pabrik Oxford, Inggris, pada 2025.

“Oxford tidak memadai bagi (pembuatan) kendaraan listrik. Sehingga pabrik ini tidak perlu investasi dan juga renovasi,” kata Wurst.

Ketika ditanya apakah Mini elektrik bakal kembali lagi ke Inggris, ia hanya menjawab, “Tidak ada tanggal yang pasti.”

Mini Coopers bermesin bensin akan dibuat di Oxford dalam model tiga pintu, lima pintu, dan convertible yang akan diekspor ke pasar Amerika Serikat, Jepang, dan Timur Tengah.

BMW sudah mengonfirmasi bahwa pihaknya tidak akan menghentikan produksi Mini bermesin bensin hingga tahun 2030

Keputusan BMW untuk mengalihkan produksi Mini elektrik ke China dilakukan setelah adanya laporan yang menyebutkan bahwa pabrik pembuat baterai terbesar di Inggris, British Volt, akan bangkrut jika tidak disuntik dana sebesar 200 juta poundsterling. (Aldion/The Guardian)

Baca juga: Mobil Listrik MINI dan Keuntungan Eksklusif MINI Maybank Visa

 

Share Bimmer Story:

DigitalOcean Referral Badge