Bimmer.ID

Indonesian BMW Owners & Enthusiast

Kapankah Dekade Terbaik bagi BMW M?

Dekade Terbaik bagi BMW M
Foto: BMW-m.com

Bimmer.ID — Divisi BMW Motorsport tahun ini baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-50. Dari berpuluh tahun kehadirannya di dunia otomotif, banyak sekali perdebatan yang membahas tentang kapan sebenarnya dekade terbaik bagi BMW M.

Banyak penggemar BMW yang beranggapan bahwa produsen mobil asal Jerman itu tidak akan sebesar sekarang tanpa kehadiran divisi motorsport-nya.

Sebagai kilas balik, mari kita tengok kembali dekade terbaik bagi BMW M dari awal mula kehadirannya.

Kelahiran BMW M

Pada awalnya BMW sama sekali tidak tahu divisi M ini mau diapakan. Dan akhirnya mereka menyerahkan pengelolaannya kepada Jochen Neerpasch.

Neerpasch saat itu baru saja undur diri dari divisi balap Touring Car Ford. Ia langsung memegang kendali saat BMW M1 pertama kali diperkenalkan.

Mobil itu sangat sensasional dan mempesona, bahkan hingga detik ini. Namun, tidak demikian halnya dengan penjualan.

M1 tidak laku dan nyaris membuat BMW bangkrut. Mobil itu juga menjadi satu-satunya mobil M tanpa penerus dalam kurun waktu yang cukup lama.


Video: BMWBlog

1982-1992

Pada pertengahan tahun 80-an, BMW M memutuskan untuk melakukan hal ‘gila’ dengan menyematkan mesin enam silinder segaris 3.500 cc dari M1 ke dalam E28 Seri 5 yang kemudian membuatnya menjadi M5 pertama di dunia.

Mobil fenomenal itu mengejutkan banyak pihak karena memiliki 282 HP dan memiliki top speed fenomenal, bahkan sampai-sampai memberi ancaman kepada banyak supercar di zamannya. Tetapi yang lebih hebatnya lagi, E28 M5 ini memiliki pengendalian yang sangat baik.

Dan kemudian di akhir 80-an BMW mengejutkan semua orang dengan kehadiran M3 generasi pertama yang dibuat khusus untuk bertarung di ajang Touring Car Jerman (DTM).

Dan E30 M3 hingga kini dianggap sebagai salah satu penghuni lima besar mobil ‘paling penting’ dalam sejarah BMW, dan juga menjadi salah satu mobil yang paling diagung-agungkan oleh penggemar otomotif di seluruh dunia.


Video: ISSIMI Official

1992-2002

Dekade 90-an sangat menarik, karena terdapat banyak sekali perubahan di divisi Motorsport BMW.

Kala itu E34 M5 diperkenalkan dengan mengusung teknologi seperti shockbreaker elektronik serta interior yang lebih mewah.

Sementara pula ada E36 M3 yang sangat cocok untuk dijadikan mobil sport harian, meski tidak lagi menyandang gelar mobil homologasi layaknya E30 M3, karena mobil ini lebih besar dan berat dibanding pendahulunya.

Berikutnya ada pula BMW E39 M5 yang sangat fenomenal. Itu karena sedan mewah ini menjadi mobil pertama yang dirakit dengan robot dan sedan pertama yang disematkan mesin V8.

Dekade ini juga menjadi saksi terbitnya BMW Z3 M Coupe, yang membuktikan bahwa M Division mampu membuat mobil baru.

Meski tampilannya jelek, tapi handling-nya sangat baik serta dianggap sebagai salah satu BMW yang paling enak untuk dikendarai.


Video: BMW

2002-2012

Awal tahun 2000-an tak kalah menarik karena hadirnya E46 M3, mobil sport analog terbaik terakhir yang pernah dibuat. Dan kehadiran E46 M3 CSL membuatnya lebih diapresiasi dan diburu kolektor hingga saat ini.

Namun begitu, dekade ini merupakan masa di mana divisi M mengalami perubahan drastis. Itu karena mereka menelurkan E60 M5 yang full elektronik dengan mesin V10-nya.

Sayang, dunia saat itu belum siap menerima kehadiran E60 M5 meski mesinnya sangat spektakuler. Mesin S85B50 berkapasitas 5.000 cc itu sangat bertenaga dan menghasilkan suara yang sangat merdu meski ringkih dan mudah rusak.

Masih di dekade yang sama, BMW kemudian membuat E92 M3 dengan mesin V8-nya yang powerful. Tapi lagi-lagi saat itu mobil ini menuai kritik karena dianggap terlalu besar, berat, dan menghindar dari gen pendahulunya. Tapi sekarang? E92 M3 diburu kolektor dan harganya melejit.

Berikutnya ada BMW M6 buruk rupa dan SUV X5 M. Terus terang saja, ini bukan dekade terbaik bagi BMW, khususnya divisi M.


Video: AutoTopNL

2012-2022

Dekade terbaru ini dibuka oleh peluncuran BMW Seri 1 pada 2011. Kemudian diikuti oleh F10 M5 yang ‘lembek’ dan membosankan meski mobil ini tergolong kencang.

Lalu hadir pula F80 M3 yang menjadi salah satu M3 terburuk yang pernah dibuat. Belum lagi hadirnya M6 generasi kedua, yang kemudian ditinggalkan demi kehadiran M8.

Dan kemudian lahirlah G80 M3 dan F90 M5. Keduanya merupakan mobil M pertama dengan penggerak empat roda.

Lalu diikuti oleh dua SUV beremblem M, yakni X3 M dan X4 M. Disusul oleh munculnya M2 CS dan M5 CS, dua mobil M terbaik yang sangat diapresiasi.

Sekarang tergantung Anda menentukan mana dekade terbaik bagi BMW M, dan mana pula mobil yang paling Anda sukai.

(Aldion/BMW Blog)

Baca juga: BMW 5 Series E39, Performa Sedan Eropa yang Kaya Fitur

 

Share Bimmer Story:

DigitalOcean Referral Badge